Bagaikan hujan uang yang jatuh.
Aku berdiri memandang sepi.
Angin menderu datang.
Bahkan banjir pun menyapa.
Tapi aku hanya diam membisu tanpa suara.
Karna kurasa itulah yang terbaik saat ini.
Nanti kan datang waktunya tuk menjelaskannya.
Bersabarlah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar